Sidoarjo Memiliki Pabrik Gula Jauh Sebelum Kemerdekaan -->

Silakan ketik kata kunci

Recent Posts

Sidoarjo Memiliki Pabrik Gula Jauh Sebelum Kemerdekaan

 

Oleh Eni Widijaningsih

Satu sejarah lagi, yang menunjukkan bahwa Sidoarjo memiliki potensi besar di sektor industri, jauh sebelum kemerdekaan. Hingga saat ini, Kabupaten Sidoarjo sangat menarik para investor, baik investor asing maupun domestik.

Dari beberapa literatur, informasi tentang beberapa pabrik gula di Sidoarjo menunjukkan bahwa pada masa penjajahan, Hindia Belanda adalah negara eksportir gula terbesar.

Semua bangunan pabrik gula di Kabupaten Sidoarjo berupa bangunan lama bercorak Belanda. Bangunannya dapat masuk Cagar Budaya.

Wilayah Kabupaten Sidoarjo adalah lahan delta yang subur, sehingga menjadi lumbung hasil pertanian. Sekitar tahun 1800-an Pemerintah Kolonial Hindia Belanda menarik para pengusaha Cina agar menjadikan Sidoarjo sebagai salah satu sentra industri gula. Sehingga banyak lahan persawahan dijadikan lahan tebu.

Sejarah mencatat, ada sepuluh pabrik gula yang pernah berdiri di wilayah Sidoarjo, mulai dari Ketegan – Taman, Sruni – Gedangan, Buduran, Candi, Tulangan, Krembung, Wonoayu, Krian, dan Watu Tulis – Prambon.

Sangat disayangkan, saat ini hanya tinggal pabrik gula PG Candi Baru, Pabrik Gula Krembung, dan Pabrik Gula Watu Tulis, yang masih aktif. Kedepannya diharapkan ada inovasi kreatif dari pemerintah pusat dan kalangan intelektual, untuk menjaga kultur tersebut agar tetap lestari dari zaman ke zaman. Sehingga Jawa Timur tetap menjadi lumbung tebu dan gula nasional, bahkan sampai mancanegara.

Pabrik Gula Krembung dan Pabrik Gula Watu Tulis di bawah naungan PTPN X, sedangkan Pabrik Gula Candi milik perseorangan.

Bangunan-bangunan bekas pabrik gula tersebut memiliki nasib yang berbeda. Bangunan Pabrik Gula Sruni sekarang menjadi Markas Arhanudse, Pabrik Gula Wonoayu menjadi Mapolsek, Kantor Camat, dan Puskesmas. Sedangkan Pabrik Gula Tulangan yang baru sekitar beberapa tahun lalu tidak aktif, masih utuh dan belum dimanfaatkan. Pabrik gula yang lainnya hancur tidak berjejak.

Kilas balik, sejarah berdirinya pabrik gula yang masih aktif di Sidoarjo, Pabrik Gula Watu Tulis pertama kali didirikan oleh perusahaan milik Belanda bernama NV. Cooy dan Coster Van Hout pada tahun 1838 yang kantornya berada di Surabaya.

PG itu didirikan pada tahun 1847 di Desa Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Pada saat itu Pabrik Gula Krembung dalam memproduksi gula masih menggunakan tenaga manusia dibantu oleh peralatan sederhana, dan bersifat Home Industry.

PT Pabrik Gula Candi Baru, sebelumnya merupakan Perusahaan Perorangan yang didirikan pada tanggal 21 Oktober 1911. Pengesahannya sebagai badan hukum terdaftar pada Panitera Pengadilan Negeri di Surabaya No. 122 tanggal 31 Oktober 1911, dengan nama “NV. Suiker Fabrik Tjandi.”

Editor: Suyanik
Join Telegram @rafifamir @rafif_amir
Cancel