Manajemen Masalah -->

Silakan ketik kata kunci

Recent Posts

Manajemen Masalah

  •  

Oleh Anna Fauzia

 

Setiap orang diuji dengan berbagai ujian dan masalah yang berbeda, hanya ada kemiripan dari pola masalah. Bisakah kita meminta agar tidak memiliki masalah dalam kehidupan ini? Jawabannya “MUSTAHIL.” Karena setiap manusia dilahirkan ke bumi ini sudah satu paket lengkap. Bumi ini merupakan anugerah yang luar biasa, penciptaannya selalu berpasang-pasangan.
 
Tidak hidup, bila tidak ada masalah. Setiap orang memiliki masalah. Apakah yang membedakan?
Ada orang yang berhasil menghadapi dan menyelesaikan setiap permasalahan hidupnya. Namun, ada pula pengecut yang melarikan diri dari masalah. Mereka menyangka dengan melarikan diri dapat menyelesaikan masalah. Padahal ketika mereka lari dari masalah, maka bersiaplah mendapat masalah yang sama dimanapun mereka berlari atau bersembunyi. Tentunya kita tidak ingin menjadi pengecut, lari atau sembunyi dari masalah, bukan?
 
Tujuh manajemen masalah, dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai masalah:
 
1. Optimis bahwa setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Tuhan memberikan masalah kepada seseorang tidak melebihi kemampuan orang tersebut.
“Alloh tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.S. Al-Baqarah: 286).
Sang Maha Pencipta sebelum mendatangkan masalah kepada seseorang sudah memberikan jaminan, bahwa setiap masalah yang datang pastilah sesuai dengan kadar kemampuan orang tersebut. Lalu, apa yang membuat kita khawatir? Yakinlah, dengan mengingat surat cinta ini, ketika datang masalah harus siap dan dapat menyelesaikannya.

 

2. Optimis bahwa setiap kesulitan selalu datang bersamaan dengan kemudahan. Masalah selalu identik dengan kesulitan, terasa berat dan menjadi beban bagi seseorang.
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan….” (Q.S. Al-Insyiroh: 5).
Jika merasakan kesulitan dan beban berat karena sedang ditimpa masalah, membaca surat cinta-Nya menjadi penyejuk. Sekali lagi, kasih sayang-Nya Maha Luar Biasa. Dia sudah menjamin kesulitan sebesar atau sebanyak apapun selalu ada prasyarat wajib yang akan mengikutinya, selalu datang satu paket lengkap beserta kemudahan-kemudahan. Ikhtiar dapat menumbuhkan keyakinan dalam mencari kemudahan dari setiap kesulitan.
 
3. Jika ditimpa banyak masalah dalam satu waktu, buatlah list masalah dan urutkan dari masalah yang paling penting dan mendesak untuk diselesaikan. Memperbesar masalah hanya menyamaratakan masalah. Ketika masalah-masalah datang di waktu yang sama, mulailah mengurutkan skala prioritas masalah dari yang paling penting dan mendesak sampai yang sepele. Bisa jadi imbas dari masalah besar tersebut dapat membantu menemukan akar permasalahan, dan menjadi lebih tahu mana yang harus segera diselesaikan terlebih dahulu.
 
4. Jika sudah dibuat list masalah, maka lihat permasalahan out of the box. Cari jalan keluar dari masalah tersebut. Jangan hanya membuat satu solusi dari sebuah permasalahan, lihat alternatif-alternatif lain yang mungkin akan terjadi, dan buat tabungan solusi.
 
5. Jangan malu meminta pendapat dari orang-orang terdekat yang bisa dipercaya. Cobalah untuk membuka diri ketika ada masalah, jangan sampai hanya dipendam sendiri, bisa menjadi bom waktu yang akan meledak. Cari orang terpercaya yang bisa mendengarkan masalah kita. Dengan sharing tentang masalah, sedikit perasaan plong. Apalagi jika orang yang diajak sharing bisa memberikan solusi.
 
6. Hadapi dan selesaikan jika masalah tersebut datangnya dari diri kita. Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf. Poin 6 ini harus selalu dikawal. Jangan pernah sekali pun, memilih opsi melarikan diri dari masalah, karena masalah akan datang terus-menerus sampai berhasil diselesaikan.
 
7. Selalu komunikasi dengan Sang Maha Problem Solver. Dia yang memberikan masalah, maka Dia pula pemberi solusi. Sebagai manusia, ketika sedang bejibaku menyelesaikan masalah, mendekat dan meminta kepada-Nya agar diberikan solusi terbaik dari setiap permasalahan hidup. Orang yang tertempa dengan masalah dan berhasil melewatinya tumbuh menjadi orang yang lebih bijaksana dan dewasa. Masalah mengajarkan banyak hal kepada orang-orang yang berhasil melewatinya. Karena dewasa adalah pilihan, sedangkan menjadi tua adalah sebuah kepastian.

 

Editor: Suyanik

 


Join Telegram @rafifamir @rafif_amir

2 Komentar

Cancel