Di Balik Berdirinya Monumen Jayandaru -->

Silakan ketik kata kunci

Recent Posts

Di Balik Berdirinya Monumen Jayandaru


Oleh Eny Widijaningsih

Siapa yang tidak kenal dengan Monumen Jayandaru? Monumen yang menjadi wajah alun-alun Kota Sidoarjo yang berlokasi tepat di Jl. A. Yani, merupakan ikon dari Kabupaten Sidoarjo yang berada di jalan protokol. Keberadaannya dikelilingi oleh kantor-kantor pemerintahan.

Sebelah utara berada di Jl. Tjokronegoro, di mana pendopo Kabupaten Sidoarjo satu komplek dengan rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, sebelah selatannya kantor Bupati Sidoarjo. Di sebelah baratnya berjejer dari selatan ke utara, Kantor Dinas Kelautan, Gedung DPRD, Masjid Agung, Lapas Sidoarjo, Kantor Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, dan juga Kejaksaan Tinggi Kabupaten Sidoarjo.

Setiap orang yang melintas di jalan Ahmad Yani Sidoarjo pasti bisa menyaksikan keberadaan monumen Jayandaru yang berdiri kokoh dengan megahnya. Di puncak monumen terdapat patung ikan udang dan bandeng sebagai simbol Kabupaten Sidoarjo.

Monumen Jayandaru yang mempunyai tinggi 25 meter merupakan hasil karya pematung I Wayan Winten dari Bali. Pembangunannya diprakarsai oleh PT. Sekar Laut Sidoarjo dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Dipilih nama Jayandaru karena mengandung makna kejayaan atau kebenaran-kebenaran yang terwujud dan menjadi kejayaan.

Monumen yang diresmikan oleh Bupati Sidoarjo pada tahun 2015 ini, pada awalnya mendapat protes keras dari Organisasi Masyarakat Islam karena monumen ini dikelilingi oleh sembilan patung setinggi tujuh meter, yang menggambarkan aktivitas  masyarakat Sidoarjo sebagai petani dan petambak. Mendapat pertentangan dan protes keras dari berbagai ormas Islam karena patung tersebut  berbentuk manusia sempurna yang menyerupai berhala. Dalam ajaran agama Islam ini diharamkan. Hal ini juga bertentangan dengan Kabupaten Sidoarjo yang mempunyai simbol religius dengan mayoritas penduduknya muslim.

Sebelum diresmikan, patung-patung tersebut dipindahkan ke Kawasan Lapangan Golf milik PT. Sekar Laut di Pandaan. Monumen Jayandaru hanya menyisakan bangunan tugunya saja yang di bawahnya dikelilingi kolam dan tempat patung digantikan dengan pot bunga.

Namun demikian, hal ini tidak mengurangi rasa bangga masyarakat Sidoarjo dengan keberadaan monumen Jayandaru. Monumen ini juga menjadi salah satu tempat instagramable di dukung dengan taman kota yang mengelilingi alun-alun Sidoarjo yang sangat rindang dan hijau. Sebelah selatan monumen Jayandaru terdapat wahana bermain anak, sebelah utara terdapat gazebo, dan di belakangnya juga terdapat wahana bermain anak.

Tidak hanya itu, di alun-alun Sidoarjo juga terdapat tempat untuk fitnes, berada di sebelah barat dekat dengan lahan parkir, jalan berbatu untuk olah raga di sisi sebelah selatan dekat lahan parkir pemkab, serta paseban alun-alun yang berhadapan dengan pendopo Kabupaten Sidoarjo.

Paseban ini biasa digunakan aktivitas seni oleh para pelajar; seperti belajar menari, beladiri, hingga breakdance battle.

Harapan besar dari penyumbang CSR monumen Jayandaru yakni agar monumen ini bisa menjadi simbol atau ikon dari Kota Sidoarjo. Di mana Krupuk produksi Sidoarjo telah diekspor hingga ke mancanegara, sehingga dengan adanya monumen ini mampu membangkitkan perekonomian Sidoarjo.

Beginilah pro kontra keberadaan monumen Jayandaru. Semoga sedikit informasi ini mampu menambah literasi tentang Sidoarjo. Selamat membaca.

Editor : Fie R
Join Telegram @rafifamir @rafif_amir
Cancel