Bubarnya Negara Madura -->

Silakan ketik kata kunci

Recent Posts

Bubarnya Negara Madura


5 Agustus 1947, Pamekasan berubah menjadi lautan api. Penduduk diungsikan. Para pejuang membumihanguskan kota sebelum diduduki oleh Belanda. Perlawanan pun dimulai.

Perang yang oleh Belanda diperkirakan hanya akan berlangsung seminggu, ternyata terus berkecamuk hingga empat bulan. Pertempuran sengit terjadi pada 16 Agustus 1947, pukul 3 pagi. Sekitar 6.000 orang yang terdiri dari TNI dan barisan pejuang menyerbu markas Belanda di alon-alon depan masjid jamik Pamekasan. Mereka membakar tank dan panser. Lalu dibalas dengan tembakan-tembakan membabi buta oleh Belanda.

Namun pejuang tak kenal menyerah. Pukulan sengit itu akhirnya berhasil membuat Belanda mundur hingga ke Panglegur dan Tlanakan. Namun 90 orang pejuang syahid dalam pertempuran itu.

Tak berselang lama, Belanda kembali berhasil menguasai kota. Setelah Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan berhasil diduduki, berikutnya mereka menyerbu Sumenep hingga juga berhasil dikuasai.

Pasca berhasil menguasai Madura, Belanda melancarkan politik busuknya: Devide At Impera. Politik adu domba. Belanda membujuk R.A.A Tjakradiningrat untuk mendirikan Negara Madura.

Belanda mengobarkan isu bahwa Madura telah berlepas diri dari pemerintah Republik Indonesia. Belanda membuat seolah-olah pembentukan Negara Madura atas kehendak rakyat. Untuk itu, diadakanlah pemungutan suara palsu, yang telah direkayasa sebelumnya. Hasilnya, 20 Februari 1948, Negara Madura diresmikan oleh pemerintah Belanda.

Pejabat-pejabat Negara Madura diisi oleh para pengkhianat. Sementara sebagian besar rakyat menolak dan tidak mengakui Negara Madura. Mereka setia pada NKRI.

Gelombang perjuangan terus mengkristal. Pergolakan politik semakin kental. Rakyat mengajukan resolusi pada DPR Madura untuk secepat mungkin membubarkan Negara Madura.

15 Februari 1950 terjadi demonstrasi besar-besaran di Pamekasan. Ribuan massa yang dipelopori Front Nasional Pemuda bersama elemen massa lainnya menuntut dibubarkannya DPR Madura, dibubarkannya Negara Madura, dan kembalinya Madura ke pangkuan ibu pertiwi.

Seorang perwakilan demonstran mengultimatum, "Rakyat minta agar DPR Madura bubar hari ini juga. Rakyat sudah tidak percaya lagi pada tuan-tuan. Sia-sia tuan mengaku sebagai wakil rakyat padahal kami tidak mengakuinya. Kami anjurkan agar demua anggota dewan meletakkan jabatan pada hari ini juga. Dalam waktu 5 menit keputusan harus sudah diambil, sebelum rakyat mulai berontak."

Suasana semakin panas. DPRM tak dapat berkutik. Wali Negara, R.A.A Tjakradiningrat akhirnya menyerahkan kekuasaannya. Negara Madura dibubarkan.

Berikutnya keluarlah surat keputusan presiden Republik Indonesia tanggal 9 Maret 1950 perihal ditetapkannya Madura sebagai karesidenan dari Republik Indonesia.

Penulis: Rafif Amir 
Editor: Rafif Amir 
Join Telegram @rafifamir @rafif_amir
Cancel